Home Lombok Timur Bupati Warisin Geber Anggaran Rp 3,72 Triliun, Janjikan Infrastruktur Mentereng dan Keberpihakan...

Bupati Warisin Geber Anggaran Rp 3,72 Triliun, Janjikan Infrastruktur Mentereng dan Keberpihakan Daerah

101
0
Dalam Rapat Paripurna IV Masa Sidang I Rapat ke-1, Senin (24/11), di Gedung DPRD Lotim, Bupati memaparkan angka fantastis Rp 3,72 triliun lebih yang siap digelontorkan untuk kemajuan Lotim. Angka ini menandai komitmen kuat Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Penulis: Buati Sarmi.

Editor: Mustaan Suardi.

Lombok Timur – Ditaswara.com. Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, menunjukkan gebrakan serius dalam pembangunan daerah. Setelah sukses meneken Nota Kesepakatan KUA dan PPAS 2026, Bupati Warisin langsung tancap gas menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2026 di hadapan anggota dewan.

Dalam Rapat Paripurna IV Masa Sidang I Rapat ke-1, Senin (24/11), di Gedung DPRD Lotim, Bupati memaparkan angka fantastis Rp 3,72 triliun lebih yang siap digelontorkan untuk kemajuan Lotim. Angka ini menandai komitmen kuat Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

”Rancangan APBD 2026 ini adalah puncak dari upaya kolektif kita. Setiap program dan kegiatan harus berdampak nyata bagi masyarakat, serta sejalan dengan prinsip pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegas Bupati Warisin, yang disambut antusias oleh anggota dewan.

Pemda Lotim memastikan anggaran ini disusun berdasarkan Permendagri nomor 14 tahun 2025, menjamin konsistensi dan sinergitas antara kebijakan Pusat, Provinsi, hingga ke tingkat Kabupaten.

Proyeksi Pendapatan Daerah Lotim untuk 2026 tercatat sebesar Rp 3,72 triliun lebih. Sinyal kemandirian daerah mulai terlihat kuat dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menyentuh Rp 584,478 miliar lebih.

Sektor Retribusi Daerah menjadi penyumbang terbesar sebesar Rp342,824 miliar lebih, utamanya dari pelayanan kesehatan, persampahan, dan pasar.

”Ini dari pelayanan kesehatan, persampahan, dan pasar. Artinya, kita mandiri,” seru Bupati, bangga.

Meskipun demikian, suntikan dana terbesar masih berasal dari Pendapatan Transfer, mencapai Rp 2,487 triliun lebih.

Anggaran Belanja Daerah Lotim direncanakan seimbang dengan pendapatan, di mana Belanja Operasi mendominasi dengan alokasi Rp 2,380 triliun lebih. Belanja Barang Jasa menyerap Rp 927,852 miliar lebih untuk memaksimalkan layanan publik.

Baca Juga :  Kolaborasi Lotim-Loteng: Titik Terang Polemik Wisata Teluk Ekas

Yang patut diapresiasi, Bupati Warisin menunjukkan keberpihakan serius pada sektor pendidikan dan kesehatan:

* Belanja Barang BOS Negeri: Rp 118 Miliar lebih.

* Bantuan Operasional Kesehatan: Rp 62 Miliar lebih.

* Belanja BLUD Puskesmas/RSUD: Rp 294 Miliar lebih.

Paling menonjol, Pemda Lotim menyiapkan Rp 69,893 miliar lebih khusus untuk iuran jaminan asuransi kesehatan bagi honorer, Kades, Perangkat Desa, dan peserta bukan penerima upah.

”Ini bukti keberpihakan kita pada pahlawan daerah,” imbuh Bupati, menegaskan komitmennya.

Tak hanya itu, Pemda juga mengalokasikan:

Belanja Hibah sebesar Rp 95,53 miliar lebih, termasuk Rp 63,887 miliar lebih untuk BOS Swasta/PAUD.

Belanja Subsidi sebesar Rp 2,5 Miliar dialirkan untuk Subsidi Bunga melalui program Lotim Berkembang, ditujukan khusus bagi peternak dan UMKM untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

– Belanja Bantuan Sosial (Bansos) sebesar Rp 6,7 Miliar lebih disiapkan untuk anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Untuk pembangunan fisik, Lotim mengalokasikan Belanja Modal fantastis sebesar Rp 267,471 miliar lebih. Anggaran ini difokuskan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pelayanan publik,

* Pembangunan Jalan, Irigasi, dan Jaringan: Rp 117,623 miliar lebih

* Belanja Gedung dan Bangunan: Rp 67 Miliar 550 Juta lebih

”Jalan mulus, irigasi lancar, ekonomi meroket!” janji Bupati.

Pemda juga tak melupakan 239 desa di Lotim, dengan total Belanja Transfer ke Desa mencapai Rp 415,274 miliar lebih, termasuk Dana Desa dan ADD.

Sebagai penutup, Bupati Warisin memastikan kesiapsiagaan daerah dengan alokasi Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 10 Miliar untuk kondisi darurat dan bencana alam.

”Kita selalu siap sedia melindungi rakyat Lotim,” tutup Bupati Warisin.(ds2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here