
By.Redaksi
Lombok Barat.Ditaswara.com. Pemerhati Budaya juga Ketua Dewan Kesenian Lombok Timur menyoal kurang seriusnya Suku Sasak dalam hal ini lembaga Majlis adat Sasak ( MAS) dalam mempatenkan identitas Sasak terkait bentuk pakaian, waktu penggunaan dan status pengguna pada Ngaji Budaya Jilid 2 yang di gagas oleh yayasan swadaya membangun dan Universitas Gunung Rinjani di Mataram Selasa (19/8).
Kegiatan bertema Monokrom pengembangan Pariwisata dan keterencanaan ekologis serta nilai nilai budaya lokal yang menghadirkan narasumber dari unsur majlis adat Sasak , akademisi, dan pelaku pariwisata dan budaya se Lombok.
Lebih lanjut kake Ashwan menegaskan pentingnya Identitas Sasak ini di rumuskan karena Identitas adalah entitas yang akan menjadi nilai pada sebuah suku yang menjadi monokrom dari Budaya Sasak itu sendiri..
Karomi yang adalah ketua panitia penyelenggara Ngaji budaya dalam ucapan penutup nya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus berkelanjutan dan akan mengupas semua aspek terkait budaya yang ada di Lombok ini mulai dari seni, pariwisata dan lainnya..dan dalam waktu dekat akan mengambil tema tentang Kondisi Rinjani terkait aspek ekologis nya dan rencana akan di adakan di Sembalun..tutupnya.(ds2)







