Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak seluruh pihak, termasuk perusahaan swasta, untuk ikut ambil andil menjadi orang tua asuh Keluarga Resiko Stunting (KRS) guna mempercepat penurunan stunting.
Menurut Sekdis Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Lalu Makrifuddin, pemerintah tidak bisa sendiri dalam menangani stunting. Jumlah KRS di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), masih cukup tinggi.
”Secara nasional, 1 juta KRS akan dibebaskan tahun 2025 ini. Khusus di NTB, sebanyak 38.552 KK. Itu yang harus kita dampingi sampai tuntas lewat program Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting),”
Salah satu perusahaan swasta yang telah menjadi orang tua asuh KRS di Lotim adalah PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (DAK) Cabang Lombok. Perusahaan ini telah menyerahkan bantuan 10 tray telur untuk KRS.
Pgs Staf Bagian General Affair PT DAK, Purnawirawan, menjelaskan bahwa perusahaan akan menjadi orang tua asuh untuk 1000 KRS. Bantuan diberikan berupa telur untuk mencegah terjadinya stunting.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim, H. Ahmat, mengatakan bahwa Pemkab Lotim fokus pada percepatan penanganan stunting, terutama di tingkat desa dan dusun.
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim pendamping keluarga (PPK) di desa. Targetnya adalah menyelesaikan pendataan dan intervensi di 21 kecamatan, dengan target pendampingan 11.000 KRS.(ds2)








