Home Lombok Timur Kasus DBD di Lombok Timur Menurun, Dikes Lotim Tetap Imbau Masyarakat Waspada...

Kasus DBD di Lombok Timur Menurun, Dikes Lotim Tetap Imbau Masyarakat Waspada di Musim Penghujan

266
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Memasuki masa musim penghujan, tentu penyakit seperti panas, batuk, pilek hingga Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengintai manusia. Terlebih DBD dibawa oleh hewan nyamuk yang berkembang biak di musim penghujan seperti sekarang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Timur, Budiman Satriadi, menyampaikan bahwa berdasarkan dari rekap temuan kasus DBD di Lombok Timur periode November 2024 sebanyak 28 kasus.

”Angka kasus DBD bulan November kemarin sedikit lebih rendah jika dibandingkan bulan Oktober karena ada sekitar 30 kasus,” ucap Budiman, pada Selasa (10/12).

Lanjut dikatakannya, dengan datangnya musim penghujan ini tentu menjadi salah satu sinyal kewaspadaan kita terhadap penularan penyakit menular seperti diare, ISPA (infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah), dan DBD.

Adapun tempat penampungan air yang tidak langsung bersentuhan dengan tanah, itu disebutnya menjadi lingkungan yang sangat kondusif untuk perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti penular DBD. ”Apalagi di tempat yang lembab dan kurang terkena cahaya matahari itu menjadi lingkungan yang paling disenangi nyamuk,” ujarnya.

Sehingga menjadi sangat penting untuk selalu bersama menjaga kebersihan termasuk bagaimana menjauhkan tempat-tempat perindukan nyamuk ini dari lingkungan sekitar dengan tetap melaksanakan prinsip 3M Plus (Menguras, Mengubur, Menimbun dan Memakai Kelambu) minimal sekali dalam seminggu.

”Pentingnya masyarakat memahami bagaimana menghindari penularan penyakit-penyakit menular tersebut sehingga angka kejadian dan kematiannya dapat di minimalisir,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, apabila ada masyarakat yang terindikasi tertular atau mengidap penyakit DBD dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri sendi, mual, muntah, dan muncul bintik merah di kulit (biasanya 3-4 hari setelah demam) untuk segera memeriksa ke fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun Rumah Sakit (RS) untuk segera mendapatkan pelayanan oleh nakes.

Baca Juga :  Wabup Berharap Lulusan SMK Mampu Menciptakan Lapangan Kerja Baru. 

”Tetap jaga kondisi kesehatan dengan makan makan begizi dan higienis minum vitmin bila perlu,” demikiannya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here