Home Nasional FJPI NTB Sentil Minimnya Pembahasan Soal Perempuan dalam Proker Tiga Cagub NTB

FJPI NTB Sentil Minimnya Pembahasan Soal Perempuan dalam Proker Tiga Cagub NTB

177
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Mataram – Ditaswara.com. Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Provinsi NTB, menggelar diskusi dengan tema “Sejauh Mana Peran Perempuan dalam Program Kerja Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB”. Diskusi berlangsung di Kota Mataram, Sabtu (09/11/2024).

Dalam diskusi tersebut, FJPI NTB menghadirkan narasumber akademisi sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) NTB, Miftahul Jannah dan pegiat gender dan pengamat politik dari UIN Mataram, Purnami Safitri.

Membuka diskusi tersebut, Ketua FJPI Cabang Provinsi NTB, Linggauni mengungkapkan bahwa pembahasan tentang perempuan dari ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB cukup minim. Sehingga perlu dibahas dan didiskusikan, dengan harapan dapat menjadi perhatian dari ketiga paslon.

”Kita bisa cari di internet, apa saja yang dibahas oleh ketiga paslon di dalam berita. Pembahasan tentang program kerja yang melibatkan perempuan itu masih sangat minim. Padahal persoalan perempuan di NTB ini sangat kompleks,” ucap Lingga.

Menurutnya, diskusi dengan mengangkat tema semacam ini, masih sangat jarang dilakukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu keresehan para jurnalis perempuan di NTB. “Pertanyaan kita, kenapa ya persoalan perempuan ini jarang sekali disinggung atau masuk menjadi topik utama program kerja calon kepala daerah ini. Padahal di NTB sendiri, DPT (daftar pemilih tetap, Red) lebih banyak perempuan,” tambahnya.

Dari fakta tersebut, sudah selayaknya, peran perempuan harus tertuang secara jelas dan gamblang di dalam program kerja kepala daerah yang akan memerintah selama lima tahun kedepan. “Inilah tujuan dari diskusi kami, membedah program kerja para calon kepala daerah, khususnya calon gubernur dan wakil gubernur NTB, sejauh mana mereka melibatkan perempuan di dalam program pembangunan dalam lima tahun kedepan,” pungkas editor media IDN Times NTB ini.

Baca Juga :  Lotim Raih Penghargaan Stranas PK KPK dan Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, Akademisi sekaligus Ketua PWNA NTB Miftahul Jannah, mengatakan setelah membedah berbagai program kerja yang sudah tertuang di dalam visi–misi ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, tidak ada satu pun di antaranya yang menjelaskan secara eksplisit dan jelas mengenai peran perempuan.

Kondisi ini sangat menyita perhatiannya, bahkan kerap menimbulkan tanda tanya. “Apakah kemudian perempuan NTB tidak memiliki kapasitas? Di dalam politik, ekonomi dan sosial? Apakah perempuan NTB tidak layak untuk menempati posisi strategis?,” ujar Miftah.

Menurutnya, apabila perempuan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk pembangunan daerah, hal tersebut jelas tidak dibenarkan. Tentu ini akan berdampak pada Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Dari hasil survei 2022-2023, IDG NTB berada di posisi 34.

Sedangkan keterwakilan perempuan di parlemen, juga berada di posisi 34 dari 34 provinsi dan mendapatkan 1,5 poin. Berikutnya, Indeks Ketimpangan Gender, Bumi Gora berada di posisi pertama dari 34 provinsi, memiliki 0,6 poin. Artinya, menurut Miftah, ada kesenjangan yang sangat jauh antara keterlibatan perempuan dengan laki-laki.

“Saya rasa ini pertanyaan untuk kita semua, kenapa para calon tidak menjadikan persoalan perempuan ini sebagai isu krusial, padahal sebenarnya isu perempuan adalah isu yang paling meningkat saat sekarang,” kata Miftah.

Menurut Miftah, visi-misi yang dihadirkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB ini masih bersifat umum. Belum menyentuh hal yang paling fundamental perihal perempuan.

Miftah menyebutkan ada sejumlah kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut masih terjadi. Paling mendekati itu, mereka (para paslon) tidak memiliki pengalaman pribadi dengan isu-isu perempuan.

“Kekerasan seksual, pernikahan dini, tingginya angka stunting, isu perempuan sebagai kepala keluarga, isu pekerja migran Indonesia, ini semuanya berkenaan dengan perempuan,” ujar Miftah.(ds2)

Baca Juga :  Jaringan Aktivis Lintas Organisasi: Teror kepada Jurnalis Adalah Musuh Bersama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here