Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Lombok Timur lakukan rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting dalam rangka Rembuk Stunting tingkat kabupaten Lombok Timur tahun 2023 dengan mengangkat tema “Konvergensi Terintegrasi 2023 Menuju Target Nasional 14% Tahun 2024”. Kegiatan itu berlangsung di Gedung wanita Selong, Senin (28/8).
Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy sebelum membuka kegiatan tersebut mengingatkan dan menekankan pentingnya kolaborasi, keterpaduan data, serta program secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut dan tidak boleh berhenti di angka 14%.
Ditekankan pula oleh Bupati, bahwa untuk mengoptimalkan potensi yang ada dan mengatasi stunting penanganannya harus sesuai serta dilaksanakan dengan menetapkan konsep strategis. “Jangan konvensional tapi kita harus berkreasi, mari berdiskusi menemukan solusi terbaik untuk mencapai target,” Ucap Bupati Sukiman.
Selain itu, diungkapkan Bupati bahwa terdapat 3 makhluk istimewa yang jika dikaji struktur, tipologi, tempramen dan segala macam sipat tabiatnya dapat menjadi jaminan untuk semua dan menjadi pedoman hidup. “pertama disebut dengan An naml (semut) yang kalau bertemu dengan kawannya selalu melakukan cipika cipiki atau silaturahim, dan seberat apapun beban yang dipikul kepada semut pasti akan datang semut yang lainnya bergotongroyong atau kolaborasi,” katanya.
Kemudian, Al Ankabut (laba-laba) karakteristiknya adalah jaringnya dimana semua strukturnya itu sama bertemu satu dengan yang lain. Diartikannya bahwa semua data-data yang dimiliki harus sama. “Dilihat dari sisi manapun harus sama data-data itu,” lanjutnya.
Dan Selanjutnya, An Nahl (Lebah) itu adalah menghasilkan nutrisi dan gizi yang bisa kita lakukan untuk mengobati anak-anak kita agar terlepas dari yang namanya stunting.
Sebelumnya, Plt. Kantor perwakilan BKBBN NTB Lalu Makripudin, memberikan apresiasi kepada Pemda Lombok Timur dan seluruh elemen masyarakat atas kolaborasi dan sinerginya. Dikatakan Lalu Makrip bahwa upaya percepatan stunting saat ini tengah berpacu dengan waktu, mengingat target yang dicapai itu 14%. “Tahun 2024 ini kita harus menurunkan angka stunting di Lotim menjadi 14 persen,” Ujarnya.
Berdasarkan data SSGI sebagai rujukan nasional, Lombok Timur masih berada diangka 30%. Untuk pendataan tersebut, diingatkan pula bahwa pentingnya pendampingan dari pemerintahan Daerah pada pelaksanaan riset kesehatan dasar 2023 yang berlangsung selama Agustus sampai Oktober. “Tim pendamping keluarga (TPK) dapat disertakan dalam pendampingan tersebut,” imbuhnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dengan dilakukannya tim pendampingan pada saat pelaksanaan kegiatan survei dapat meminimalisasi kesalahan yang mungkin saja terjadi. Selain itu, diingatkan pula untuk melakukan pengawasan terhadap pola asupan makanan anak-anak yang diintervensi kena stunting.
Pembukaan kegiatan tersebut juga ditutup dengan di lakukan teken MOU terkait rembuk stunting yang ke-enam kalinya ini Penutupan pendataan. Komitmen tersebut diharapkan dapat meningkatkan progres penurunan angka stunting di Lombok Timur.(aty)








