Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Seperti yang diketahui bahwa wisata Pantai Tanjung Menangis Kecamatan Pringgabaya kerap kali memakan korban, dan setelah dideteksi ternyata terdapat 10 titik Palung yang dalamnya itu mencapai maksimal 50 meter.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Lombok Timur, Murnan mengatakan bahwa sebenarnya sudah dari lama hal tersebut di deteksi, bahkan dari zamannya SMA dulu sudah seringkali memakan korban jiwa bukan dimasa sekarang ini saja.
“Menurut saya wisata ini lebih baik ditutup, atau paling tidak di lokalisasi dan harus tetap diberikan tanda bahaya,” katanya ketika di konfirmasi pada Kamis (8/6).
Murnan berharap daerah-daerah yang dianggap berbahaya itu harus diidentifikasi dan diberikan tanda warning oleh Pemda atau dari Pemdes setempat.
“Jangan sampai ada korban, korban dan korban lagi. Karena tempat itu terkenal dengan arus yang agak kencang dan cukup berbahaya,” ujarnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taofik menanggapi hal itu, mengatakan bahwa menutup sebuah destinasi itu membutuhkan SOP yang panjang. Sehingga yang bisa dilakukan Pemda saat ini adalah bagaimana memastikan adanya informasi-informasi early warning system kepada pengunjung.
“Makanya saya perintahkan Kalak BPBD jangan buat pengumuman itu statis tapi buatlah pengumuman itu dinamis,” ucapnya
Sekda mengibaratkan bahwa misalkan pada bulan ini terjadi gelombang tinggi, dalam hal ini ia memerintahkan agar tidak hanya dipasang di papan pengumuman saja, tetapi juga disebar informasi lewat media.
“Sehingga ibarat tikungan, jangan buat pengumumannya di tikungan tetapi buatlah pengumuman itu sebelum masuk di tikungan,” pungkasnya.(aty)








