Penulis : Mustaan Suardi
Editor: Redaksi
Lombok Timur.Ditaswara.com. Kegiatan tahunan pesta pantai Labuhan Haji akan di konsep beberbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai salah satu Desa yang punya cerita emas di masa lalu,Desa Labuhan haji di kenal sebagai pusat perdagangan untuk kawasan Indonesia Timur,sehingga banyak kapal-kapal besar zaman dahulu yang singgah di pantai Labuhan Haji untuk membeli berbagai macam kebutuhan hidup.
“Adanya kisah tentang kejayaan masa lalu ini yang akan di angkat dalam sebuah gelaran budaya di even pestai pantai Labuhan Haji 2024,termasuk salah satunya adalah pemberangkatan Ibadah haji melalui pantai Labuhan Haji yang di lakukan di era tahun 50 an,” kata Dewan Kesenian Lombok Timur Ashwan Kailani pada acara rapat persiapan pesta pantai Labuhan Haji di kantor Desa Labuhan Haji,Jumat (5/4).
Konsep acara ritual pergi haji di zaman dahulu ini menurut Ashwan,adalah sebagai salah satu bentuk upaya menggali potensi nilai-nilai budaya yang ada di desa Labuhan Haji.Mengangkat hal ini tentu menjadi sebuah dorongan kuat hususnya bagi anak muda yang tidak mengetahui sejarah masa dulu tentang pantai Labuhan haji ini.
Pada Zaman Belanda dan Jepang Labuhan Haji yang merupakan salah satu pelabuhan yang aktip pada saat itu ,masyarakat Lombok dan Sumbawa memanfaatkannya sebagai tempat awal berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah.
“Saya pikir konsep ini harus di mulai pada pesta pantai tahun 2024,kita semua harus punya semangat yang kuat sehingga gelaran tahunan ini dapat masuk kalender tetap Pemda Lotim,NTB maupun nasional nantinya,dan di acara ritual ini semua pejabat yang ada di Lotim akan di undang untuk menyaksikan,” imbuhnya.

Yang menarik nanti tambah Ashwan,semua undangan harus memakai pakain serba putih sebagai simbol akan pergi menunaikan ibadah haji dan ini yang menjadikan acara pesta pantai menjadi sakral sekali.
Ketua panitia pesta pantai Labuhan Haji 2024 Abdul Arsyad mengatakan,konsep yang di tawarkan oleh ketua Dewan kesenian Lombok Timur adalah sesuatu yang sangat menarik,sehingga hal ini menjadi sepirit kuat bagi panitia untuk dapat melaksanakan ide dan konsep ini pada pesta pantai 2024 ini.
“Selama ini citra dari gelaran pesta pantai Labuhan haji kurang baik di mata masyarakat,sehingga dengan adanya konsep-konsep yang di tawarkan ini menjadi salah satu daya tarik terendiri menyuguhkan kearipan lokal yang ada di Desa Labuhan Haji,” katanya.
Untuk mewujudkan hal ini lanjut Arsyad, tentu juga harus mempersiapkan anggaran yang cukup.Oleh karena itu di harapkan dari Pemdes Labuhan Haji dapat mengalokasikan secara khusus kegiatan tahunan ini sehingga dapat berjalan dengan baik setiap tahunnya.
Terkait tentang acara ritual perjalanan ibdah haji dari pelabuhan haji ini ,sesuai dengan konsep yang ada dimana semua undangan akan memakai pakain serba putih dengan memakai kopiah hitam,kemudian menaiki sebuah perahu menuju ke kapal yang ada di tengah.Selanjutnya saat balik semua yang ikut terlibat dalam ritual ini memakai kopiah putih di tambah kain surban sebagai ciri sudah menunaikan ibadah haji.
“Setelah mengikuti acara ritual tersebut semua undangan akan mengikuti acara blangon yaitu acara makan bersama sebagai simbol persatuan dan silaturrahmi,”imbuhnya.

Pj Kades Labuhan Haji Ahmad Sulton mendukung semua rencana dan ide-ide yang di sampaikan oleh panitia maupun dari dewan kesenian Lotim.
“Insya Allah akan di upayakan dapat masuk di APBdes Labuhan Haji,sehingga panitia dapat secara maksimal mengkemas acara pesta pantai ini dengan nuansa yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Dari rangkain acara pesta pantai Labuhan Haji akan di mulai tanggal 14 April 2024,di hari kedua akan di isi dengan kegiatan lomba balapan perahu tradisional dan pertunjukan aneka jenis hiburan.Rencana kegiatan pesta pantai selama seminggu sehingga ini memberikan ruang juga bagi pengembangan berbagai jenis usaha UMKM yang dapat membuka usahanya selama kegiatan berlangsung. Hal utama yang juga menjadi sorotan adalah masalah kebersihan pantai,dimana diharapkan sampah-sampah yang ada sudah disiapkan tempat penampungannya sehingga pengunjung tidak sembarangan membuang sampah di sepanjang pantai Labuhan Haji.(ds1).








