Home Lombok Timur Program Keris Untuk Pencegahan Angka Stunting di Lombok Timur

Program Keris Untuk Pencegahan Angka Stunting di Lombok Timur

316
0

Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi.

 

Lombok Timur.Ditaswara.com. Dalam rangka menekan jumlah kasus stunting di Kabupaten Lombok Timur, Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur menggencarkan program Kelas keluarga Resiko Stunting (Keris).

Suhendra, Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan (DP3AKB) Lombok Timur menjelaskan program Keris merupakan program pendampingan terhadap ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun, di bawah 20 tahun dan pasca bersalin oleh tim pendamping keluarga (TPK).

“Kalau anak anak yang menikah, dampaknya itukan panjang sehingga perlu diatur. Seperti yang telah kita lakukan di setiap desa itu ada PerDes tentang pernikahan anak,” katanya

Adanya Awik-awik di setiap desa yang melaksanakan pernikahan anak itu ada sanksi. Saat itu keluarlah sanksi terkait dari Pemprov yang ternyata mandul, atau tidak ada sanksi apa apa, dan dihapus dari pusat.

Dari beberapa data keluarga yang resiko kena stunting, nah itu lah yang akan dilakukan pendampingan oleh TPK ini yang terdiri dari unsur kesehatan, PKK dan Kader. Kita juga akan fasilitas untuk melakukan pertemuan rutin,

Mendampingi ibu hamil berisiko
Dipilihnya Ibu hamil usia 35 tahun ke atas dan 20 tahun ke bawah ini untuk dilakukan pendampingan untuk memastikan kesehatan ibu hamil ini tetap terjaga. Sebab, golongan usia ini dinilai sangat rentan dan berisiko untuk melahirkan bayi yang stunting. Terlebih ibu hamil yang berusia 20 tahun ke bawah.

Data di tahun 2022, ibu hamil dan pasca bersalin yang telah didampingi sebanyak 25.887 orang. Tahun 2023 ini belum diketahui tapi sudah diprogram, dikatakan tidak jauh beda dari tahun lalu.

“Dari 25.887 ibu hamil dan pasca kelahiran ini, ada yang beresiko stunting. Nah inilah yang wajib didampingi oleh tim TPK untuk memastikan kesehatannya dalam rangka mencegah Stunting,” jelasnya.

Baca Juga :  PJ. Bupati Lombok Timur Hadiri Acara Fre Award Meeting Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik

Tim pendamping ini nantinya akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan kepada ibu hamil dan pasca salin dan melaporkan perkembangannya secara rutin melalui online.

Jumlah tim pendampingan keluarga ini sebanyak 3.063 orang atau sebanyak 1.021 tim. Dalam satu tim akan mendampingi 360 KK.

Selain mendampingi ibu hamil dan pasca salin, Tim pendamping ini juga akan melakukan pendampingan terhadap calon pengantin (catin) sejak tiga bulan sebelum menikah.

“Setalah melakukan pemeriksaan kesehatan, kemudian data-data para catin akan dimasukkan ke dalam aplikasi e-simil (Elektronik- siap menikah dan siap hamil), setelah data-data diisi maka akan muncul sertifikat sehingga dari serifikat itu nanti akan menunjukkan kalau catin itu beresiko atau tidak kalau menikah,” terangnya

Catin yang berisiko disarankan untuk menunda pernikahan
Jika sertifikat yang keluar dari e-simil ini beresiko, maka para catin disarankan untuk menunda pernikahan, karna jika dilanjutkan akan sangat beresiko melahirkan bayi yang stunting.

Anak yang sudah dinyatakan stunting juga termasuk yang akan didampingi. Keberadaan tim pendamping keluarga ini akan lebih fokus melakukan pencegahan adanya kasus stunting baru.

Kalau menunda menikah kayaknya sulit, terlebih di Lombok, tapi tergantung dari KUA apakah mau menikahkan atau tidak kepada catin yang berisiko tersebut, dan akan dilakukan pendekatan supaya ditunda dulu pernikahan sampai betul-betul siap untuk menikah

“Jika sertifikat yang keluar beresiko, disarankan untuk menunda terlebih dahulu, jika tidak bisa akan kami bahas lebih lanjut bersama KUA, jadi bentuk pendampingan yang dilakukan ini mulai dari menjadi calon pengantin (Catin), saat hamil, dan pasca persalinan yang disini mau ber KB (alat kontrasepsi jangka panjang) atau mengatur jarak kelahiran, kemudian keempat pendampingan terhadap Baduta (bayi bawah umur dua tahun) dan balita (bayi bawah umur lima tahun) ” Tutupnya.(aty).

Baca Juga :  Pensiunan Abdi Negara Terkena Stroke, Rachmat Hidayat Hadir Beri Bantuan Kursi Roda Elektrik Warna Merah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here