Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur. Ditaswara.com–Wakil Ketua Umum partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Fahri Hamzah mengatakan, jika mulai memperhitungkan partai Gelora membuktikan kemampuannya untuk penggalangan massa yang notabennya masih ada waktu 11 bulan lagi menuju pemilihan.
“Alhamdulillah, penggalangan teman-teman menjadi bukti setelah verifikasi yang kita lolos satu-satunya tanpa perbaikan dan kita akan tunjukkan kalau kita memiliki masa aktif, kader dan simpatisan yang aktif, satu Dapil saja sudah banyak dan nanti akan coba kita pindah,” katanya kepada awak media, usai acara Konsolidasi di Taman Tugu Selong, Minggu (19/3).
Fahri mengungkap, tidak akan memilih DAPIL dari ibukota melainkan dari Lombok Timur. Sehingga nanti akan ada Dapil dari Sumbawa juga atau masih di satu pulau yang menandakan bahwa Fahri pernah menjadi anggota dewan di NTB.
“Untuk percaya bahwa, Insyaallah Partai Gelora bisa menjadi pemenang Pemilu di NTB,”tuturnya.
Melalui kesempatan tersebut, Fahri berharap masyarakat NTB secara umumnya dapat mengalihkan pilihannya kepada idealisme, bukan sekedar hal-hal yang transaksional sifatnya.
“Sebab saya mengetahui, ada banyak anggota Dewan yang ada sekarang ini sama sekali tidak berjuang untuk SID, tapi menganggap rakyat itu hanya perlu makan0 perlu nasi yang sebenarnya bukanlah tugas legislatif,” ucapnya.
Lebih jauh dikatakan, tugas legislatif itu pengawasan dan tugas kasi makan itu eksekutif. Jika legislatif lanjutnya, mengambil pekerjaan eksekutif itu artinya mengambil pekerjaan sebagai antek-anteknya eksekutif.
“Harusnya struktur kerjanya adalah tekan eksekutif dengan pengawasan supaya dia melayani rakyat secara luas dengan uang yang tidak di korupsi,” jelasnya.
Fahri menyesalkan, malah yang terjadi adalah legislatif mengambil alih pekerjaan eksekutif, karna menurutnya kedua lembaga ini bersekongkol dalam hal korupsi. Ia pun berharap hal ini harus diakhiri tidak saja di NTB tapi di seluruh Indonesia.(aty)








