Home Berita Mi6 Gelar Perayaan Ultah Bang Zul, Gubernur yang Hadirkan Rasa Percaya, Harapan,...

Mi6 Gelar Perayaan Ultah Bang Zul, Gubernur yang Hadirkan Rasa Percaya, Harapan, dan Inspirasi bagi Anak Muda NTB

446
0
Persiapan Ultah Bang Zul priode 2018-2023 yang diselenggarakan oleh Mi6

Penulis: Redaksi

MATARAM- Ditaswara. com. Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 akan menggelar perayaan hari ulang tahun Gubernur NTB periode 2018-2023, Dr. H. Zulkieflimansyah. Perayaan tersebut akan digelar di Tuwa Kawa Coffee & Roastery, 18 Mei 2025 pukul 20.30 Wita.

“Jabatan boleh berganti, tapi jejak kepemimpinan Bang Zul tak akan pernah terganti. Bang Zul bukan hanya memimpin, beliau menginspirasi. Meski tak lagi menjabat, sosoknya tetap hidup dalam ingatan dan hati kita semua,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathulah, Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kusumah dan Panitia acara Rindu Dr Zul , Abdul Majid dan Fihir di Mataram, Senin (21/5/2025).

Analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini mengatakan, perayaan ulang tahun tersebut mengambil tema “Rindu Bang Zul”. Perayaan sendiri telah disetujui oleh mantan Gubernur NTB yang saat menjabat dikenal sebagai pemimpin daerah yang sangat humble tersebut.

Didu mengungkapkan, Bang Zul akan melakukan monolog dalam perayaan hari jadi ini. Testimoni dari perwakilan masyarakat juga akan disampaikan. Testimoni serupa juga akan datang dari para tokoh-tokoh Bumi Gora. Rencananya, para pentolan aktivis di Bumi Gora, juga akan serentak hadir.

“Ada pemimpin yang hadir karena jabatan, tapi ada juga yang tetap dikenang karena pengabdian. Perayaan Ultah Bang Zul ini akan menjadi agenda rutin Mi6,” ucap Didu.

Tahun lalu, perayaan ultah serupa juga digelar Mi6 untuk Bang Zul di tempat yang sama. Menurut Didu, memimpin NTB selama lima tahun, Bang Zul layak mendapat penghormatan dari siapa pun.

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari menegaskan, Mi6 mengambil langkah untuk merayakan Ultah Bang Zul sepenuhnya didorong oleh ekspresi emosional kolektif. Tidak ada yang mewajibkan Mi6 melakukan hal ini. Tidak ada pula yang memberi instruksi. Yang ada, hanya rasa cinta yang muncul dari pengalaman pernah dipimpin oleh sosok seperti Bang Zul yang benar-benar hadir untuk masyarakat.

Baca Juga :  Upaya Turunkan Angka Stunting, DP3AKB Lotim Ubah Strategi Penanganan Untuk Hasil Optimal Lombok Timur - Ditaswara.com. Dalam rangka upaya penurunan angka stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) berupaya dengan mengubah strategi yang lebih intensif dan terukur. Dilakukannya strategi perubahan adalah untuk mencapai hasil optimal setelah hasil audit menunjukkan bahwa pendampingan yang tidak berkesinambungan menjadi salah satu faktor lambatnya penurunan angka stunting. ”Penurunan angka stunting dari tahun 2022 ke 2023 hanya 0,1 persen, dari 21,7 persen menjadi 21,6 persen. Ini menunjukkan bahwa pembinaan dan pendampingan yang dilakukan belum optimal,” ucap Kadis DP3AKB Lombok Timur, H. Ahmat dalam kegiatan Gerakan Nasional Tingkatkan Integrasi (GENTING) di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Kamis (27/2). Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kini mengubah pendekatan dengan mengintensifkan peran orang tua asuh. Pendampingan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan berkelanjutan selama dua tahun, dengan fokus pada intervensi nutrisi dan non-nutrisi. ”Intervensi nutrisi membutuhkan anggaran sekitar Rp.15 ribu per hari. Oleh karena itu, bantuan diharapkan diberikan selama dua tahun penuh untuk memastikan kecukupan gizi anak,” jelas H. Ahmat. Kendati demikian, durasi pendampingan oleh orang tua asuh tidak harus selalu dua tahun penuh. Tim pendamping keluarga (TPK) di lapangan akan memastikan keberlanjutan pendampingan, bahkan jika orang tua asuh hanya mampu memberikan bantuan dalam waktu singkat. ”Jika seorang orang tua asuh hanya mampu mendampingi selama tiga bulan, kami akan memastikan ada orang tua asuh lain yang melanjutkan pendampingan. Kami akan terus memantau hingga anak tersebut tidak lagi berstatus stunting,” katanya. Disebutkan dengan strategi ini, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan. Secara nasional, target penurunan adalah satu juta kasus, sementara NTB sendiri menargetkan pendampingan terhadap 38.126 bayi stunting. ”Kami memiliki data lengkap by name by address (BNBA) dari bayi-bayi yang membutuhkan pendampingan. Jika ada pihak, termasuk media, yang ingin menjadi orang tua asuh, kami akan berikan datanya,” imbuhnya. ”Perkembangan anak-anak yang didampingi akan terus dipantau, termasuk peningkatan berat badan dan tinggi badan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas strategi ini dalam menekan kasus stunting,” pungkasnya.(ds2)

“Ini adalah bentuk penghargaan tertinggi yang tidak bisa dibeli atau dipaksa,” kata Lalu Athari.

Program bisa selesai. Proyek bisa diganti. Tapi pengaruh kemanusiaan seorang pemimpin yang peduli, kata Lalu Athari, akan tetap hidup dalam memori sosial. Karena itu, perayaan Ultah Bang Zul ini sesungguhnya adalah perayaan tentang kenangan akan ketulusan, integritas, dan perhatian yang pernah dirasakan secara langsung dari kepemimpinan Bang Zul. Jejak seperti ini kata Didu, tidak tercatat dalam dokumen, tapi akan terekam dalam hati.

Jejak-jejak keberhasilan kepemimpinan Bang Zul, sesungguhnya memang terpampang kasat mata di seluruh wilayah NTB. Selain itu, jejak kepemimpinannya yang tak kasatmata juga masih terasa. Pada anak-anak muda NTB, Bang Zul menghadirkan rasa percaya, harapan, dan inspirasi.

Dalam dunia yang sering sinis terhadap politik, sosok seperti Bang Zul, sambung Hendra Kusumah , adalah penyulut optimisme bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kekuasaan, tapi tentang mengabdi dan melayani dengan hati.

“Belum pernah terjadi sebelumnya, rumah jabatan gubernur tak ubahnya rumah bagi seluruh rakyat yang sesungguhnya. Hanya pada kepemimpinan Bang Zul, hal tersebut terjadi. Di rumah dinas yang terbuka itu, tidak ada jarak antara pemimpin dan masyarakat yang datang,” urai Hendra Kusumah

Sementara itu bagi sebagian kalangan kata Abdul Majid , rumah dinas jabatan bisa jadi simbol kekuasaan. Tapi bagi Bang Zul, rumah jabatan tersebut adalah tempat berteduhnya harapan.

“Tak semua pemimpin berani membuka rumahnya untuk rakyat. Tapi yang berani melakukannya, berarti telah membuka hatinya lebih dulu,” ucap Majid.

Terpisah Moh. Fihiruddin menilai Bang Zul adalah sosok yang menghadirkan kepemimpinan tanpa sekat. Dengan sangat mudah masyarakat bisa menghubungi Bang Zul melalui sambungan telepon atau aplikasi pesan. Bang Zul juga akan merespons hal tersebut secara langsung. Bang Zul kata, Fihir telah menciptakan hubungan yang lebih egaliter. Memperkecil jarak antara pengambil kebijakan dan penerima dampaknya.

Baca Juga :  Masyarakat Samba Sambut Positip Pelebaran Jalan Nasional

“Di sisi lain, Bang Zul juga mengikis budaya feodal dan birokrasi kaku di tengah banyak pejabat publik yang masih dilapisi oleh birokrasi yang berlapis-lapis. Hal yang diakui banyak khalayak di Bumi Gora, sebagai bentuk revolusi senyap dalam tata kelola pemerintahan daerah,” tegas Fihir.

Lebih jauh Di fase-fase awal, memang kata Didu, banyak pandangan yang skeptis bahwa saluran komunikasi langsung Bang Zul tersebut adalah bagian dari pencitraan. Apalagi pesan yang masuk dari masyarakat tak mungkin seragam. Kadang keras, penuh keluh kesah, bahkan ada yang kasar. Tapi waktu telah membuktikan, betapa saluran komunikasi langsung tersebut begitu menyala. Terutama ketika masalah datang membelit masyarakat.

“Di era digital dan kecepatan informasi seperti sekarang, pemimpin yang lambat merespons akan kehilangan relevansi. Bang Zul telah membuka mata kita semua,” tutup Didu.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here