Home Berita Menyambut Kemerdekaan RI, FWMO Lotim Gandeng Bangkesbangpol dan MUI Gelar Dialog Kebangsaan

Menyambut Kemerdekaan RI, FWMO Lotim Gandeng Bangkesbangpol dan MUI Gelar Dialog Kebangsaan

190
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Forum Wartawan Media Online (FWMO) gandeng Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Timur menggelar dialog kebangsaan.

Digelarnya dialog tersebut mengingat bahwa saat ini nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat masih belum tumbuh, bahkan hanya semarak semata namun pelaksanaannya masih belum sesuai dengan prinsip dan ideologi bangsa. FWMO pada dialog tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Nasionalisme Dengan Semangat Kemerdekaan RI”.

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua LSM aliansi masyarakat adat NTB, perwakilan Pemuda, dan beberapa unsur lainnya.

Adapun sebagai narasumber, Sekertaris MUI Lombok Timur, H. Sujono AR, mengatakan, diumur negara RI yang ke-78 ini, walaupun terhitung dewasa umur negara tetapi masyarakat yang ada belum sepenuhnya dewasa dalam menyikapi semua persoalan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Contohnya saja, sampai 78 tahun negara kita merdeka masih ada masyarakat yang enggan upacara dan hormat bendera, ini yang terjadi ditengah masyarakat, karenanya acara seperti ini saya apresiasi sebab kegiatan kemasyarakatan selalu bersentuhan dengan nilai baik dan buruk itu,” Katanya di depan puluhan wartawan yang hadir di Aula Kantor Kwarcab Pramuka Lombok Timur, Senin (21/8).

Lanjut dikatakannya, berbicara baik tidak masalah seperti menghargai lambang negara sebagai bangsa, tapi menilai buruk ini yang sudah mulai mengarah kepada gesekan ditengah masyarakat. Oleh karena itu, MUI juga hadir ditengah masyarakat tidak secara langsung tetapi melalui para pihak yang terlibat di kepungurusan MUI Lombok Timur

Salah satu diantara langkah yang ditekankan oleh MUI adalah menanamkan sikap saling menghargai ditengah masyarakat. “Bagaimanapun juga kita tidak boleh menganggap diri kita yang paling benar, kecuali dalam nasionalisme negara kita yang paling benar, tapi ketika mengacu ke pelajaran agama tidak seperti itu, mengatakan diri yang paling benar dan semua salah itu tidak baik,”. tuturnya.

Baca Juga :  Band Tipe-X Hipnotis Ribuan penonton Bernyanyi dan Berjoget di Closing Alunan Budaya Pringgasela ke-7

MUI dengan serius mengatasi persoalan pemahaman perbedaan itu, salah satunya bukan hanya saja di tengah tengah berbangsa namun juga beragama. “Kami hadir untuk bagaimana mereka tidak terlalu jauh menjadikan perbedaan itu menjadi media terjadinya sebab perpecahaan itu,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan nilai-nilai Kebangsaan (Bangkesbangpol) Suherman memaparkan bahwa, negara indonesia sudah berumur 78 Tahun, sehingga sangat dewasa untuk usia sebuah negara namun perayaan oleh masyarakat masih belum terlihat dewasa. “Bisa kita lihat usai memeriahkan 17 Agustus sampah berserakan, apakah ini yang dikatakan mengamalkan nilai Pancasila, tentu tidak, karena ini merupakan salah satu kemerosotan,” imbuhnya

Lebih jauh dikatakannya, bahwa dalam bernegara ada beberapa yang harus ditanamkan dan dijalankan salah satunya adalah mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa, dan ikut berperan serta menjaga generasi muda dari ancaman faham-faham yang dapat merusak tatanan hidup ditengah masyarakat.

“yang paling utama yang harus kita jaga adalah adab, sesuai dengan apa yang telah diwariskan oleh orang tua kita zaman dulu, yang diimplementasikan dalam sebuah adat-istiadat,” jelasnya.

Kalau dilihat saat ini sambungnya, hal itu sudah mulai berangsur angsur terdegradasi oleh zaman yang semakin maju. Sehingga banyak masyarakat hanya menjalankan acara-acara adat yang berbentuk seremonial saja yang bertujuan untuk pariwisata dan sebagainya. “Makanya sering kita dengar kata-kata tuan guru, adab lebih dulu baru ilmu, padahal kalau kita lihat adab merupakan salah satu implementasi dari nilai-nilai pancasila,” Demikiannya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here