Home Berita Launching Bantuan Pangan Beras Tahap II, Lombok Timur Terpilih Menjadi Kabupaten Pertama...

Launching Bantuan Pangan Beras Tahap II, Lombok Timur Terpilih Menjadi Kabupaten Pertama di NTB

166
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Guna mengatasi kenaikan harga pangan utamanya yakni beras, pemerintah meluncurkan bantuan pangan beras cadangan pada bulan September, Oktober, dan November. Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terpilih menjadi kabupaten pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, dan berlangsung di halaman kantor Bulog Sikur Lotim, Senin (11/9).

Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menandai distribusi pertama bantuan pangan dengan melepas truk pembawa bantuan kecamatan Sikur dan kecamatan Terara menjadi tujuan pertama distribusi tersebut.

Bupati Sukiman dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada pihak Bulog atas dukungannya terhadap berbagai program Pemda Lotim dan berharap bantuan pangan tersebut tak hanya berhenti sampai bulan November. “Mengingat kondisi ekonomi masyarakat kita ini belum stabil, diharapkan bantuan ini dapat diperpanjang hingga bulan Februari 2024,” Ucap Bupati.

Lotim menjadi kabupaten yang jumlah masyarakatnya paling besar di NTB serta tingkat kemiskinan yang tidak sedikit, Sukiman mengaku sangatlah senang dengan adanya penurunan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) pada periode ini dan menjadi sebuah indikator perbaikan kondisi masyarakat. Kendati demikian, ditegaskan Bupati bahwa data KPM tersebut perlu diperiksa lebih seksama sebab masih saja ada warga yang tidak berhak masuk dalam daftar penerima.

Dituturkan Sukiman, disamping semakin berkurangnya lahan pertanian diharapkan pula adanya regulasi yang memperketat distribusi keluar pulau namun kebutuhan lokal harus terlebih dahulu diutamakan. “Dengan adanya regulasi yang memperketat distribusi ke luar pulau utamakan kebutuhan lokal harus dapat terpenuhi,” Pesannya

Bantuan cadangan beras dari pemerintah tersebut merupakan tahap kedua, dimana tahap pertama dilaksanakan pada Maret hingga Mei lalu.

Sementara itu, Pemimpin wilayah Perum Bulog Kanwil NTB, David Susanto menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya berkelanjutan dan berkesinambungan dalam menangani stunting dan kemiskinan ekstrim. “Pada kegiatan ini masing-masing KPM mendapatkan 10 kilogram perbulannya,” katanya.

Baca Juga :  TGH Najamuddin Bergeming Tolak Tegas Islah atas Dugaan Uang Siluman di DPRD NTB

Dikatakan David, bahwa jumlah KPM Lotim pada tahap kedua ini berkurang, dimana pada tahap sebelumnya 147.222 menjadi 145.078 KPM. “Khusus penyaluran wilayah Sikur dan Terara jumlahnya mencapai 226 ton, yaitu Sikur 114 ton dan Terara 112 ton,” ujarnya

Tak hanya itu, David juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah gencar melakukan stabilisasi pasokan dan harga pasar guna memastikan ketersediaan beras di pasar, utamanya beras medium. “Adapun saat ini untuk stok beras di gudang Bulog Lotim sebanyak 7500 dan itu cukup sampai panen berikutnya,” Demikiannya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here