Home Headline Kakek Ditemukan Tewas Tersangkut Di Pohon Tebing Sungai Sedalam 20 Meter

Kakek Ditemukan Tewas Tersangkut Di Pohon Tebing Sungai Sedalam 20 Meter

115
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

 

Lombok Timur.Ditaswara.com.Seorang Warga Dusun Banjar Manis Selatan, Desa Anjani Kecamatan Suralaga Lombok Timur (Lotim) NTB, diketemukan warga sudah tidak bernyawa dan sudah membusuk, tersangkut pada dahan pohon di tebing sungai Dusun setempat, di kedalaman sekitar 20 meter.

Jenazah ditemukan warga setempat, setelah mencium bau tak sedap yang cukup menyengat, sekitar pukul 12.25 Wita pada Jumat (3/3).

Diketahui identitas korban bernama Mamiq Pastia, 70 tahun asal Dusun Belet Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga Lombok Timur.

Kronologi penemuan mayat tersebut, berawal dari dua warga Banjar Manis yang menyusuri tebing sungai untuk mencari burung. Dua warga (saksi) tersebut tiba-tiba mencium bau bangkai yang sangat menyengat dari arah bawah (dasar tebing).

Ketika dipastikan bau tersebut kearah bawah, disana kedua saksi melihat tubuh manusia dalam posisi terlungkup, tersangkut pada dahan pohon yang tumbuh dibibir tebing yang kedalamannya 20 meter. Kedua saksi melihatnya dari ketinggian sekitar 15 meter dari dasar sungai.

Melihat hal itu, kedua saksi langsung pulang memberitahu warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kepala Wilayah (Kawil) Banjar Manis Selatan yang menerima informasi tersebut, mendatangi TKP, memastikan kebenaran informasi yang diterima dari warganya itu.

Setiba di TKP, Kawil menelpon Polsek Suralaga atas temuan tersebut. Dengan cepat, Polsek Suralaga berkoordinasi dengan Tim Sar serta tim penyelamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Lombok Timur.

Tim dari Polsek, Tim SAR dan Damkarmat tiba di TKP dengan membawa peralatan lengkap. Proses evakuasi jenazah. Setelah beberapa menit kemudian, tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah, dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedjono Selong.

Baca Juga :  Terbaru di Polres Lotim, Uji Praktik Pembuatan SIM Semakin Di Permudah

Karena tanpa identitas saat ditemukan, Kapolsek Suralaga IPDA Bambang Supriyanto, cepat melakukan pencarian informasi identitas dan asal korban. Sehingga identitas dan asal korban berhasil diketahui, setelah pihak keluarga korban memastikan pakaian yang dikenakan dan ciri-ciri fisik korban.

Tim Inafis Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur, melakukan identifikasi di Kamar Jenazah RSUD dr Soedjono Selong. Kepada polisi, keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan atas meninggalnya korban dan penolakan otopsi.

Kapolsek Suralaga IPDA Bambang Supriyanto melalui Kasi Humas Polres Lotim Iptu Nicolas Oesman saat di konfirmasi membenarkan, adanya laporan warga atas temuan mayat tersebut.

“Keluarga tidak berkeberatan atas meninggalnya korban, sehingga menolak untuk dilakukan otopsi,” ungkap Nicolas.

Keterangan awal keluarga korban lanjutnya, korban diketahui korban yang sudah parubaya mengalami pikun, serta kerap meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Bahkan sudah beberapa kali korban ditemukan masyarakat berada di Desa lain, dan tidak tahu arah pulang dan tidak bisa menjelaskan asal muasalnya.

“Korban diketahui meninggalkan rumah sejak senin (27/2) lalu. Keluarga sudah melakukan upaya pencarian, namun hasilnya nihil. Bahkan keluarga sudah membuat laporan orang hilang di Polsek Suralaga,”pungkasnya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here