Penulis : Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur-Ditaswara.com.Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur kepada Bank Dunia dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB menyampaikan bahwa sumber mata air yang akan menjadi penyuplai ketersediaan air di 6 (enam) Kecamatan di Lombok Timur tidak akan berkurang.
Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik, didampingi Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim Hj. Baiq Miftahul Wasli, dihadapan perwakilan Bank Dunia dan Kepala Balai BPPW NTB menyampaikan bahwa sumber air untuk proyek Saluran Pipa Air Minum (SPAM) Selatan akan berlimpah terutama pada musim penghujan nantinya.
“Sehingga limpahan air inilah nantinya akan ditampung untuk di distribusikan melalui saluran pipa yang telah dikerjakan dalam proyek SPAM di Desa Kotaraja ini,” Ucap Juaini Taofik, kepada perwakilan Bank Dunia dan Kepala BPPW NTB saat meninjau proyek SPAM Selatan di Kotaraja, Senin sore (6/11).
Disamping Kepala Dinas PUPR Lotim, H. Achmad Dewanto Hadi, dan Kepala Bappeda Lotim, Zaidar Rohman, Juaini Taofik menuturkan bahwa saat ini kita berada pada musim kemarau yang berkepanjangan (El-nino) sehingga terkesan sumber air terlihat sedikit. “Pengambilan sumber air secara teknis kita berkoordinasi dengan semua pihak termasuk instansi teknis Balai Wilayah Sungai (BWS), dan pengambilan air ini pun harus ada ijin termasuk persoalan lingkungan. Sekarang semuanya sudah berproses,” katanya.
Disebutkan bahwa tujuan utama pembangunan proyek SPAM Selatan ini agar memfasilitasi ketersediaan air minum masyarakat. Meski dalam pelaksanaannya terdapat kendala di lapangan yang disebabkan karena faktor lain namun tak mungkin pembangunan ini mengorbankan pembangunan yang sudah ada. Karenanya, harmonisasi dan kesesuaian pelaksanaan pembangunan SPAM ini dapat berjalan saat air berlebih.”menjadi sumber air ini adalah air limpahan dari sumber yang ada ketimbang airnya mengalir ke laut untuk kemudian ditampung dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih,” terangnya.
Diterangkan pula, dalam menyiapkan sumber air ini Pemda Lotim inginkan ada kesepahaman dengan semua pihak sehingga tidak ada istilah saling berhadap-hadapan dengan masyarakat. “Barang ini akan berkembang, dan kita akan menunggu musim hujan sehingga tidak ada keraguan bagi Bank Dunia atau BPPW NTB bahwa sumber air ini tidak tersedia seperti yang diragukan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lombok Timur H. Achmad Dewanto Hadi menjawab keinginan Bank Dunia untuk Sambungan Rumah (SR) pipa saluran air mengaku telah menyiapkan sebanyak 1000 SR. Namun untuk 7000 SR seperti target yang diharapkan akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2024.
“1000 SR untuk di Jerowaru menggunakan dana APBD 2024 termasuk komitmen Pemda Lotim pemasangan SR di Sembalun,” Demikian Dewanto.(ds2)








