Home Berita GUBERNUR NTB HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI DESA REMPUNG

GUBERNUR NTB HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI DESA REMPUNG

173
0

LOMBOK TIMUR.Ditaswara.com. Gebernur Nusa Tenggara Barat Dr. H.Zulkieflimansyah SE,M.Sc menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Masjid Nurul Yaqien Desa Rempung Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur Ahad (9/10). Kedatangan Gubernur sangat dinanti-nantikan oleh warga Desa Rempung yang sudah menunggu sekitar satu jam,untuk mengobati kerinduan masyarakat Desa Rempung Gubernur langsung berangkat dari Desa Mereje Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.
Saya mohon atas keterlambatan kehadiran saya ini,mengingat saya langsung saya berangkat dari Mereje Sekotong Lombok Barat dan tidak mengunjungi ke Mataram.Terima kasih atas kunjungan masyarakat Desa Rempung yang memenuhi ruangan masjid Nurul Yaqien ini,” kata Zulkiflimansyah saat pembukaannya.


Zulkifliemansyah dia awal cerita tentang perjalanan yang mulai dari dulu menjadi anggota DPR RI selama 3 tahun dari Dapil Banten, dan pernah menjadi calon pasangan dengan artis terkenal Marisa Haque.Walau lahir di Sumbawa tetapi secara fisik awalnya tidak banyak yang mengenalnya karena kiprah politiknya banyak di luar NTB. Selanjutnya pernah mengenyam pendidikan di beberapa negara seperti di Australia,Jepang,Belanda,Inggris dan Amerika Serikat.
Saat ini dia melanjutkan, setiap ada kesempatan melakukan perjalanan keliling ke semua wilayah yang ada di NTB,wilayah NTB ini luas dengan 400 pulau sehingga tidak mungkin semuanya dapat dikunjungi.
“Saya merasa bangga dapat bertemu dengan seluruh masyarakat yang ada di NTB ini, baik di desa, dusun, masjid hingga pondok pesantren.Jadi tidak harus dengan masyarakat ketika maunya saja atau ketika akan kampanye atau sinergi dekat Pilkada, selalu membangun dengan semua lapisan masyarakat sejak bertemu sebagai Gubernur NTB,”
Saat bertemu dengan para Kepala Desa atau Kepala dusun ini tidak ada permintaan yang aneh-aneh, agar silaturrahmi seperti ini terus dibangun saat pertama kali jadi Gubernur.
Banyak pemuda yang ada di NTB mengirim ke luar negeri untuk sekolah atau kuliah dan tidak mengirim ke beberapa daerah yang ada di Jawa. Hal ini bertujuan agar pemuda dari NTB menjadi Ketua pelajar atau mahasiswa dari Indonesia. Di samping itu kedepannya akan banyak lahir calon pemimpin Nasional dari NTB.
Saat ini juga banyak Gubernur di Indonesia saat ini ingin melihat NTB untuk menyaksikan MotoGP di Serkuit Mandalika, atau Motocross Grand Prix atau MXGP di Samota Sumbawa Besar.Hal ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena daerah NTB semakin banyak acara-acara yang ditampilkan dunia di adakan dan sudah barang tentu akan menambah kesejahteraan masyarakatnya.
“Semoga kita semua tetap memberikan kesehatan sehingga kita dapat kembali di tahun 2024, dan sesuai permintaan dari Pengurus Masjid Nurul Yaqien saya dapat prasasti masjid yang megah bertemu,”imbuhnya.

Baca Juga :  BRI Peduli Berbagi Bahagia di Bulan Suci Ramadan 1446 H


Sementara itu Ketua Pengurus Masjid Nurul Yaqien Desa Rempung Hamzah mengatakan, kehadiran Gubernur di Desa Rempung awalnya menunggu kepastian untuk hadir dengan harap-harap cemas apakah dapat hadir atau Tidak.
“Dan Alhamdulillah ahirnya kerinduan wara Rempung selama 3 tahun dapat terobati dengan hadirnya Gubernur pada hari ini, apalagi Gubernur termasuk keluarga besar Rempung juga karena sama-sama keturunan dari Sumbawa,” katanya.
Kepala Desa Rempung Moh.Sakirin dalam sambutannya pembangunan mengatakan,selamat datang di Desa Rempung yang memiliki pendududk kurang 6 ribu jiwa.Kehadiran Gubernur menjadi semangat bagi mayarakat Desa Rempung untuk melanjutkan program yang ada.
“Untuk masyarakat Desa Rempung marilah kita memperkuat persatuan dan kesatuan dan marilah lewat Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW untuk selalu peduli terhadap sesama,” katanya.


Untuk hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh TGH.Dr.Lalu Patimura Farhan,MHI yang pada intinya mengajak jemaah yang ada di Masjid Nurul Yaqien untuk selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Betapa luar biasa kasih sayang Nabi Muhammad Kepada Umatnya,sehingga ketika ada umatnya di ahirat masih di siksa di neraka,Nabi Muhammad memohon kepada Allah agar umatnya tersebut di bebaskan dari siksa api neraka tersebut. Itulah sebabnya semua manusia ingin selalu mendapatkan Syafaat di ahirat kelak.
“Lewat perayaaan Maulid dan Maulud Nabi Besar Muhammad SAW ini marilah kita semua selalu menanamkan rasa kecintaan pada beliau dan selalu mentaati semua ajaran-ajarannya,sehingga kita termasuk orang-orang yang di berikan syafaat kelak,” katanya.
Sebelum acara Maulid Nabi Muhammad SAW, awali dengan kegiatan parade Kembuli yang merupakan bagian dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang PHBI dalam rangka memeriah Maulid di Desa Rempung.
Hadir juga beberapa pejabat yang mengunjungi Gubernur NTB seperti Kepala Dinas Sosial NTB H.Akhsanul Khalik,Kepala Dinas Sosial Lombok Timur H.Soeroto, Ketua Basnaz Lotim ,Camat Pringgasela,Kapolsek Pringgasela dan beberapa Kepala Desa di Kecamatan Pringgasela. (ndk).

Baca Juga :  Upaya Turunkan Angka Stunting, DP3AKB Lotim Ubah Strategi Penanganan Untuk Hasil Optimal Lombok Timur - Ditaswara.com. Dalam rangka upaya penurunan angka stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) berupaya dengan mengubah strategi yang lebih intensif dan terukur. Dilakukannya strategi perubahan adalah untuk mencapai hasil optimal setelah hasil audit menunjukkan bahwa pendampingan yang tidak berkesinambungan menjadi salah satu faktor lambatnya penurunan angka stunting. ”Penurunan angka stunting dari tahun 2022 ke 2023 hanya 0,1 persen, dari 21,7 persen menjadi 21,6 persen. Ini menunjukkan bahwa pembinaan dan pendampingan yang dilakukan belum optimal,” ucap Kadis DP3AKB Lombok Timur, H. Ahmat dalam kegiatan Gerakan Nasional Tingkatkan Integrasi (GENTING) di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Kamis (27/2). Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kini mengubah pendekatan dengan mengintensifkan peran orang tua asuh. Pendampingan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan berkelanjutan selama dua tahun, dengan fokus pada intervensi nutrisi dan non-nutrisi. ”Intervensi nutrisi membutuhkan anggaran sekitar Rp.15 ribu per hari. Oleh karena itu, bantuan diharapkan diberikan selama dua tahun penuh untuk memastikan kecukupan gizi anak,” jelas H. Ahmat. Kendati demikian, durasi pendampingan oleh orang tua asuh tidak harus selalu dua tahun penuh. Tim pendamping keluarga (TPK) di lapangan akan memastikan keberlanjutan pendampingan, bahkan jika orang tua asuh hanya mampu memberikan bantuan dalam waktu singkat. ”Jika seorang orang tua asuh hanya mampu mendampingi selama tiga bulan, kami akan memastikan ada orang tua asuh lain yang melanjutkan pendampingan. Kami akan terus memantau hingga anak tersebut tidak lagi berstatus stunting,” katanya. Disebutkan dengan strategi ini, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan. Secara nasional, target penurunan adalah satu juta kasus, sementara NTB sendiri menargetkan pendampingan terhadap 38.126 bayi stunting. ”Kami memiliki data lengkap by name by address (BNBA) dari bayi-bayi yang membutuhkan pendampingan. Jika ada pihak, termasuk media, yang ingin menjadi orang tua asuh, kami akan berikan datanya,” imbuhnya. ”Perkembangan anak-anak yang didampingi akan terus dipantau, termasuk peningkatan berat badan dan tinggi badan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas strategi ini dalam menekan kasus stunting,” pungkasnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here