Home Bencana Alam  11 Bencana Mengintai Lotim, Bupati Hairul Warisin Dukung Penuh Aplikasi SIGUMI UMY

 11 Bencana Mengintai Lotim, Bupati Hairul Warisin Dukung Penuh Aplikasi SIGUMI UMY

26
0
Bertempat di Rupatama 1 Kantor Bupati, Pemkab menandatangani kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk meluncurkan aplikasi SistemInformasi Gunung Merapi Inklusif (SIGUMI).

Penulis: Mustaan Suardi

Lombok Timur. Ditaswara.com —
Peringatan keras datang dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pada 30 September 2026 lalu, Gunung Rinjani sempat naik ke Level 2. Satu level lagi menuju status Waspada, maka evakuasi wisatawan di kawasan Rinjani harus dilakukan.
Fakta itu diungkap Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur Lalu Mulyadi di tengah peluncuran inovasi baru mitigasi bencana, Selasa (14/10).

Tak ingin kecolongan seperti erupsi beruntun tiga gunung di Jawa, Pemkab Lombok Timur bergerak cepat. Bertempat di Rupatama 1 Kantor Bupati, Pemkab menandatangani kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk meluncurkan aplikasi SistemInformasi Gunung Merapi Inklusif (SIGUMI).

Aplikasi ini bukan sekadar aplikasi biasa. SIGUMI dirancang sebagai sistem peringatan dini berbasis koordinat. Saat fase prabencana, ia memberi peringatan dini. Saat tanggap darurat, ia bisa melacak titik korban secara presisi.

“Dengan SIGUMI, tim akan lebih mudah menentukan titik korban atau lebih cepat mengeluarkan rekomendasi dan peringatan dini,” tegas Lalu Mulyadi.

Langkah ini mendesak. Data Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025-2030 menempatkan NTB di peringkat 7 paling rawan bencana secara nasional. Lombok Timur sendiri dihantui 11 ancaman: mulai dari erupsi Rinjani, gempa bumi, banjir bandang, banjir rob, longsor, puting beliung, cuaca ekstrem, kekeringan, karhutla, hingga tsunami.

Padahal, di sisi lain, Rinjani adalah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang menjadi tulang punggung pariwisata Lotim.

Bupati Lombok Timur H. Hairul Warisin menyambut inovasi ini dengan tangan terbuka. Ia menegaskan, Pemkab tidak hanya mendukung dari sisi kebijakan, tapi siap mendorong regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang kebencanaan.

“Kami bersyukur dengan hadirnya SIGUMI untuk antisipasi. Lombok Timur akan menggencarkan digitalisasi di berbagai aspek,” ujar Bupati Hairul.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Kelas II Lombok Timur Resmi Berdiri, Urus Paspor Kini Tak Perlu ke Mataram

4 Pilar SIGUMI

Ketua Tim Peneliti Rispro UMY Adhiyanti Nurjanah menjelaskan, SIGUMI dibangun di atas empat pilar: mitigasi bencana, komunikasi inklusif, kolaborasi pentahelix, dan pariwisata berkelanjutan.

BPBD dan Dinas Pariwisata Lombok Timur ditunjuk sebagai admin. Aplikasi ini diharapkan menjadi kontributor aktif bagi para pendaki dan masyarakat lingkar Rinjani.

“Semua pihak, terutama pendaki, diharapkan mengunduh aplikasi ini. Kami juga berharap adanya Perda tentang kebencanaan,” ujarnya.

SIGUMI saat ini dalam tahap finalisasi dan segera bisa diunduh di Google Play Store dan App Store. Peluncuran ditandai dengan sosialisasi mitigasi bencana oleh Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan dan simulasi penggunaan aplikasi.

Dengan SIGUMI, Pemkab berharap budaya sadar bencana tumbuh, pariwisata tetap berkelanjutan, dan Rinjani tetap aman bagi wisatawan.(ds1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here