Home ITDC Glorious Golo Mori: ITDC Dorong Talenta Lokal sebagai Penggerak Pariwisata Berkelanjutan

Glorious Golo Mori: ITDC Dorong Talenta Lokal sebagai Penggerak Pariwisata Berkelanjutan

44
0
Sebanyak 25 peserta, yang terdiri atas 15 talenta dalam Hospitality Talent Journey dan 10 pelaku UMKM dalam Golo Mori Local Business Journey, mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 1–3 Agustus 2026 di Balai Desa Golo Mori.

By. Redaksi

The Golo Mori, Ditaswara. Com.3 Agustus 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memulai tahap pelatihan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Glorious Golo Mori: Integration of Hospitality Talent and Local MSMEs into the Tourism Value Chain, sebagai upaya menyiapkan masyarakat Desa Golo Mori agar mampu menjadi bagian dari rantai nilai industri pariwisata yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Sebanyak 25 peserta, yang terdiri atas 15 talenta dalam Hospitality Talent Journey dan 10 pelaku UMKM dalam Golo Mori Local Business Journey, mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 1–3 Agustus 2026 di Balai Desa Golo Mori. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi masyarakat lokal, supaya tidak sekadar menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan destinasi wisata.

Seiring berkembangnya aktivitas pariwisata di kawasan The Golo Mori, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing UMKM menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem destinasi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui Program Glorious Golo Mori, ITDC menghadirkan pelatihan yang menghubungkan peningkatan kapasitas masyarakat dengan kebutuhan industri pariwisata, sehingga peluang ekonomi yang tercipta dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar.

Peserta Hospitality Talent Journey mendapatkan pembekalan mengenai basic hospitality, service mindset, basic English, guiding and storytelling, hingga simulasi pelayanan wisata untuk membangun kompetensi dasar di bidang layanan pariwisata. Sementara itu, peserta Golo Mori Local Business Journey memperoleh pelatihan mengenai branding, pengembangan kemasan produk, sertifikasi produk, serta pemasaran digital agar bisa meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar UMKM lokal.

Program yang dilaksanakan bersama Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) adalah kelanjutan dari kegiatan sosialisasi dan pre-test yang telah dilaksanakan pada Juni 2026.

Baca Juga :  Program "Liburan Nyaman Penuh Makna", Upaya ITDC Hadirkan Destinasi Ramah Keluarga Penuh Pengalaman*

Pelatihan menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia dan pelaku usaha lokal yang semakin siap mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Golo Mori.

General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, menyebut, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari pembangunan kawasan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat di sekitarnya mampu mengambil peran dan memperoleh manfaat dari perkembangan destinasi tersebut.

“Keberhasilan pengembangan destinasi akan semakin bermakna apabila masyarakat di sekitarnya memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama. Melalui Program TJSL Glorious Golo Mori, ITDC berupaya membekali masyarakat dengan kompetensi yang relevan sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam rantai nilai pariwisata, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendukung terwujudnya destinasi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Wahyuaji.

Kepala Desa Golo Mori, Samaila, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara ITDC dan Yayasan Insan Bumi Mandiri dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi warga desa.

“Kami mengapresiasi komitmen ITDC melalui Program Glorious Golo Mori yang memberikan ruang bagi pemuda dan pelaku UMKM untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan daya saing di sektor pariwisata. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan program dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung kemajuan Desa Golo Mori sebagai destinasi wisata yang berkembang,” tutur Samaila.

Setelah menyelesaikan tahap pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti rangkaian pendampingan, praktik lapangan, hingga showcase sebagai implementasi hasil pembelajaran.

Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh dalam aktivitas usaha maupun pelayanan wisata, sehingga kehadiran pariwisata di Golo Mori semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat pembangunan destinasi yang inklusif dan berkelanjutan.(ds1)

Baca Juga :  Okupansi Hotel The Mandalika Tembus 100% Jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here