Home Berita Sekolah Rakyat di NTB Beri Pendidikan Gratis Rp48 Juta Per Anak, Lengkap...

Sekolah Rakyat di NTB Beri Pendidikan Gratis Rp48 Juta Per Anak, Lengkap dengan Laptop dan Asrama

183
0
Kepala Dinas Sosial NTB, Nunung Triningsih.

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Program Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi angin segar bagi keluarga miskin ekstrem. Bagaimana tidak, satu anak di Sekolah Rakyat menghabiskan biaya pendidikan hingga Rp48 juta per tahunnya, namun seluruhnya ditanggung alias gratis. Tak hanya itu, fasilitas penunjang pembelajaran seperti laptop hingga asrama juga disediakan demi menunjang proses belajar mengajar.

Kepala Dinas Sosial NTB, Nunung Triningsih, mengungkapkan bahwa siswa-siswi Sekolah Rakyat ini merupakan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Penentuan siswa pun tidak main-main.

“Tidak bisa main-main, BPS yang dampingi lihat di lapangan dibuatkan profil siswa. Tidak bisa asal tunjuk,” tegas Nunung usai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tingkat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur, Jumat (15/8).

Proses penentuan siswa ini melibatkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan didampingi langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan data yang akurat.

Lebih lanjut, Nunung menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pendidikan anak. Orang tua siswa juga akan diberdayakan dan rumahnya diperbaiki. “Semua mulai dari pakaian, sepatu, tas difasilitasi gratis tidak ada biaya-biaya,” tambahnya.

Sekolah Rakyat ini berkomitmen memberikan akses pendidikan berkualitas, termasuk makanan bergizi, pembinaan karakter, hingga fasilitas laptop gratis. Program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mencegah perkawinan anak, selaras dengan visi Presiden Prabowo untuk mengentaskan persoalan tersebut.

”Upaya pencegahan perkawinan anak juga dengan pendidikan, hajat presiden Prabowo untuk mengentaskan perkawinan,” ujar Nunung.

Tenaga pengajar SRMA 38 Lombok Timur sendiri berasal dari sekitar Lombok Timur dan telah siap memberikan pembelajaran. Kurikulum yang diterapkan pun hampir sama dengan sekolah umum.

Baca Juga :  APEL BESAR PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 61 BERLANGSUNG KHIDMAT

“Kurikulum hampir sama dengan sekolah umum, ada lebihnya dari sekolah umum karena ini sistemnya boarding school ada pembinaan karakter,” jelas Nunung.

Kepala SRMA 38 Lombok Timur, Ahmad Apandi, menjelaskan bahwa fasilitas Sekolah Rakyat ini sangat memadai. Gedung dua lantai digunakan untuk ruang kelas, serta dilengkapi dengan laboratorium TIK, Fisika, Kimia, perpustakaan, dan ruang makan.

“Kalau di atas ruang kelas sama perkantoran,” sambungnya.

Sebanyak 125 siswa akan belajar di SRMA 38, dibagi menjadi 5 Rombongan Belajar (Rombel) yang terdiri dari 60 perempuan dan 65 laki-laki. Mereka berasal dari seluruh kecamatan di Lombok Timur.

Saat ini, SRMA 38 Lombok Timur memiliki 14 tenaga pendidik yang telah lulus PPPK dan seleksi dari Kemendikbud. Namun, jumlah ini dinilai masih kurang. “Formasi ada sebenarnya ada 18 sedang proses penambahan sisanya, termasuk PAI dari Kemenag cuma sampai sekarang belum ada konfirmasi, lagi koordinasi,” ungkap Apandi.

Selain untuk menunjang keterampilan siswa, berbagai ekstrakurikuler juga disiapkan. “Tergantung dari siswa kompetensi di mana, kalau keterampilan vokasi kita kerja sama dengan SMK, begitu juga dengan anak-anak yang sudah ada modal hafalan dari SMP atau MTS kita lanjutkan di sini datangkan guru tahfiz biar hafalan mereka bertambah,” paparnya.

Selanjutnya pihak sekolah juga akan melakukan evaluasi kompetensi siswa secara berkala. “Kita assessment dia, sampai mana kompetensi akan evaluasi 3-6 bulan apakah ada peningkatan,” pungkas Apandi.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here