Home Berita Pemkab Lotim Kebut Kolaborasi, Tekan Angka Stunting yang Kian Mengkhawatirkan

Pemkab Lotim Kebut Kolaborasi, Tekan Angka Stunting yang Kian Mengkhawatirkan

305
0
Angka stunting di Lombok Timur menjadi sorotan utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang kemudian tak tinggal diam, langsung tancap gas memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam Pertemuan Advokasi Pencegahan dan Penurunan Stunting, Kamis (14/8), di Rupatama 1 Kantor Bupati.

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Angka stunting di Lombok Timur menjadi sorotan utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang kemudian tak tinggal diam, langsung tancap gas memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam Pertemuan Advokasi Pencegahan dan Penurunan Stunting, Kamis (14/8), di Rupatama 1 Kantor Bupati.

Pertemuan ini dihadiri jajaran penting, mulai dari perwakilan Direktorat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, hingga Direktur Poltekkes Mataram. Tak ketinggalan, para Kepala OPD lintas sektor, Puskesmas se-Lombok Timur, hingga perwakilan seluruh kecamatan ikut merapatkan barisan.

Direktorat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Iwan tak menutupi kekhawatirannya. Dalam sambutannya, ia tegas menyatakan bahwa angka stunting di Lombok Timur mengalami peningkatan signifikan dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

“Stunting ini masalah kompleks, tidak bisa hanya diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Kementerian Kesehatan memang bantu produk kesehatan, tapi keberhasilan program ini sangat tergantung peran aktif semua pihak. Kami akan terus pantau, dan berharap setiap OPD berkontribusi nyata menekan stunting di Lombok Timur,” tegas Dr. Iwan.

Senada dengan itu, Direktur Poltekkes Mataram, Dr. Yopi Harwinanda Ardesa, M.Kes, mengapresiasi dukungan dari Kemenkes. Ia menekankan bahwa stunting sudah jadi isu lama dan penanganannya mutlak butuh kolaborasi lintas sektor.

“Stunting itu bukan cuma persoalan kesehatan, tapi multi sektor. Poltekkes Mataram siap jadi penggerak dukung program Kemenkes di daerah,” ujarnya mantap.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. H. Fathurrahman, membeberkan upaya yang sudah dilakukan selama empat hingga lima tahun terakhir. Dinas Kesehatan telah menjalin kerja sama erat dengan akademisi dari universitas ternama, seperti UI, UGM, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, hingga perguruan tinggi lokal di Lombok Timur.

Baca Juga :  IAIH Pancor Luncurkan Pusat Dakwah Studi Al-Qur'an dan Pusat Kiprah Alumni

Kerja sama ini, kata Dr. Fathurrahman, diyakini bisa mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan program dan inovasi di lapangan. “Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan kelancaran. Angka stunting di Lombok Timur bisa turun signifikan,” pungkasnya penuh harap.

Melalui pertemuan ini, Pemkab Lombok Timur dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dan strategi penanggulangan stunting secara lebih terarah dan terukur, demi masa depan generasi Lombok Timur yang lebih sehat dan bebas stunting.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here