Home Berita Rampungkan Teknis Pra Munas , Dewan Kesenian Lombok Timur pandu Zoom meeting.

Rampungkan Teknis Pra Munas , Dewan Kesenian Lombok Timur pandu Zoom meeting.

299
0

Penulis : Redaksi

Lombok Timur.Ditaswara.com.. Dengan telah berakhir nya sesi pra Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Kesenian dan atau Dewan kebudayaan tim SC dan Perumus adakan zoom meeting teknis pelaksanaan Munas pada Minggu malam (3/12).

Agenda Pra Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Kesenian dan atau Dewan Kebudayaan Indonesia 2023 mulai digelar. Kegiatan tersebut diawali pada Selasa (28/11) dengan

pertemuan daring Dewan Kesenian dan atau Dewan Kebudayaan di Sumatera, Maluku,

Maluku Utara, dan Papua.Rabu (28/11) , acara serupa digelar untuk wilayah Bali, NTT, dan NTB (29/11)dan di lanjutkan pada tanggal (30 /11 )utk zona Sumatera , Kalimantan ,Jawa timur. di sesi akhir di ikuti oleh Zona Sulawesi, Jawa tengah dan Jawa barat pada (1/12) yang di ikuti oleh perwakilan Dewan Kesenian dan atau Dewan Kebudayaan baik tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota.

“Mereka mengikuti acara selama kurang lebih 1,5 jam. Rapat teknis merampungkan segala persiapan terkait Munas di hadiri oleh semua unsur dari SC dan Tim perumus. di tambah dengan beberapa orang panitia dari pihak Kementrian dikBud ristek .kurang lebih berjalan 2 jam, “kata AsHwan Kailani ketua umum Dewan Kesenian Lombok Timur.

Sementara itu salah satu anggota Tim Pengarah Munas Dewan Kesenian dan atau Dewan Kebudayaan Wicaksono Adi menegaskan bahwa pada acara tersebut memaparkan agenda Munas yang telah disiapkan.

“Yang pasti, Munas nanti bukan ajang curhat. Kami memahami banyak persoalan yang

terjadi di lembaga Dewan Kesenian. Tapi Munas nanti lebih berupaya membahas langkah-langkah

yang akan diambil dalam rangka transformasi Dewan Kesenian dan atau Dewan

Kebudayaan,” terangnya.

Perwakilan Steering Committee Ashwan Kaliani yang memandu kegiatan tersebut dalam sambutan pembuka nya berharap dan mengungkapkan bahwa agenda ini sebagai titik

Baca Juga :  Upaya Turunkan Angka Stunting, DP3AKB Lotim Ubah Strategi Penanganan Untuk Hasil Optimal Lombok Timur - Ditaswara.com. Dalam rangka upaya penurunan angka stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) berupaya dengan mengubah strategi yang lebih intensif dan terukur. Dilakukannya strategi perubahan adalah untuk mencapai hasil optimal setelah hasil audit menunjukkan bahwa pendampingan yang tidak berkesinambungan menjadi salah satu faktor lambatnya penurunan angka stunting. ”Penurunan angka stunting dari tahun 2022 ke 2023 hanya 0,1 persen, dari 21,7 persen menjadi 21,6 persen. Ini menunjukkan bahwa pembinaan dan pendampingan yang dilakukan belum optimal,” ucap Kadis DP3AKB Lombok Timur, H. Ahmat dalam kegiatan Gerakan Nasional Tingkatkan Integrasi (GENTING) di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Kamis (27/2). Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kini mengubah pendekatan dengan mengintensifkan peran orang tua asuh. Pendampingan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan berkelanjutan selama dua tahun, dengan fokus pada intervensi nutrisi dan non-nutrisi. ”Intervensi nutrisi membutuhkan anggaran sekitar Rp.15 ribu per hari. Oleh karena itu, bantuan diharapkan diberikan selama dua tahun penuh untuk memastikan kecukupan gizi anak,” jelas H. Ahmat. Kendati demikian, durasi pendampingan oleh orang tua asuh tidak harus selalu dua tahun penuh. Tim pendamping keluarga (TPK) di lapangan akan memastikan keberlanjutan pendampingan, bahkan jika orang tua asuh hanya mampu memberikan bantuan dalam waktu singkat. ”Jika seorang orang tua asuh hanya mampu mendampingi selama tiga bulan, kami akan memastikan ada orang tua asuh lain yang melanjutkan pendampingan. Kami akan terus memantau hingga anak tersebut tidak lagi berstatus stunting,” katanya. Disebutkan dengan strategi ini, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan. Secara nasional, target penurunan adalah satu juta kasus, sementara NTB sendiri menargetkan pendampingan terhadap 38.126 bayi stunting. ”Kami memiliki data lengkap by name by address (BNBA) dari bayi-bayi yang membutuhkan pendampingan. Jika ada pihak, termasuk media, yang ingin menjadi orang tua asuh, kami akan berikan datanya,” imbuhnya. ”Perkembangan anak-anak yang didampingi akan terus dipantau, termasuk peningkatan berat badan dan tinggi badan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas strategi ini dalam menekan kasus stunting,” pungkasnya.(ds2)

awal menuju transformasi Dewan Kesenian dan atau Dewan Kebudayaan secara kelembagaan baik di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota di Indonesia.

” Pada Munas nanti di pertegas adanya pembentukan Kementerian khusus Kebudayaan bernama Kementerian Kebudayaan Nasional untuk menjadi bagian dari rekomendasi, ” terangnya.

Hal ini tambah AsHwan, karena urusan kebudayaan , sudah semestinya diurus oleh sebuah kementerian yang mandiri,sehingga semua program dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Turut hadir pada kegiatan itu perwakilan dari Kemendikbud yang juga Tim Perumus Anom

Astika dan perwakilan dari Tim Pengarah Irawan Karseno. dan beberapa panitia dari Dirjen PTLK. Musyawarah Nasional Dewan Kesenian dan atau Dewan Kebudayaan bakal dilangsungkan di Jakarta pada 10-14 Desember 2023. di Jakarta.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here