RedaksiBy. Redaksi
Lombok Timur.Ditaswara.com. Bupati Lombok Timur H. Khairul Warisin mengatakan,Pondok Pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan umum dan agama, tetapi merupakan tempat untuk memahami isi Al-Qur’an, mempelajari adab, akhlak, kedisiplinan, serta moral sesuai tuntunan Islam.
Hal itu disampaikannya saat membuka acara Bedah Buku Ponpes Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren, Senin (5/10).
Bupati mengapresiasi pihak Ponpes Thohir Yasin yang berani menerbitkan buku mengenai isu sensitif tersebut. Menurutnya, sejauh ini belum ada ponpes lain yang mengambil langkah serupa, sehingga hal ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual maupun fisik di lingkungan ponpes.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengutip Surah Al-Baqarah yang mengingatkan agar manusia tidak berbuat sesuka hati, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Maknanya, sesama manusia harus saling menghargai. Tidak boleh ada perundungan, pelecehan, olok-olokan, kekerasan verbal, maupun caci maki.
Bupati bersyukur hal-hal tersebut tidak terjadi di Ponpes Thohir Yasin, sesuai harapan para orang tua yang mempercayakan anak-anak mereka untuk mendapatkan pemahaman agama yang utuh.
“Para orang tua mempercayakan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mereka mendapatkan pemahaman yang utuh,” ujar Warisin.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada penulis buku, Joko Jumadi, dan berharap karya tersebut dapat menjadi penular semangat positif. Ia berharap kegiatan bedah buku serupa dapat dilaksanakan di ponpes-ponpes lainnya di Lombok Timur.
Lebih lanjut, Bupati menekankan buku yang telah dicetak tersebut wajib dipelajari dan dipahami oleh para ustaz, guru, pemangku kepentingan, santri, hingga wali santri demi menjaga anak-anak mereka.
“Buku ini harus dibaca dan dipraktikkan secara nyata, bukan hanya dibaca judulnya lalu disimpan di rak,” tegasnya.
Ia menambahkan, kapabilitas narasumber yang mengisi acara bedah buku tersebut sudah tidak diragukan lagi. Pemda Lotim sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini.
“Bahkan begitu melihat flyer acaranya, saya langsung memutuskan untuk hadir. Saya harap buku ini dapat dipraktikkan dan diresapi oleh semua pihak,” pungkasnya.
Acara bedah buku yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Ma’had Aly Thohir Yasin tersebut turut dihadiri Sekda Lotim, Ketua Yayasan, para Tuan Guru, jajaran pengurus Thohir Yasin, ustaz-ustazah, Kemenag, serta para santri.(ds)







